BANGKALAN - Ribuan warga Bangkalan, Madura, Jawa Timur mengikuti istighosah di Pesantren Azimat, Desa Banyusangka, Kecamatan Tanjungbumi.
Istighosah tersebut dilakukan untuk mendoakan Fuad Amin, yang saat ini sedang tersandung persoalan hukum, dan akan dibacakan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari KPK dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Selatan.
Para warga nampak khusuk ketika membaca ayat-ayat suci Alquran. Bahkan, ada sebagian warga hingga meneteskan air mata. Warga yang ikut istighosah tidak hanya dari lelaki, tetapi kaum hawa juga turut mendoakan Fuad Amin.
"Doa bersama ini dilakukan tujuannya untuk memohonkan bapak kita (Fuad Amin-red) supaya sehat dan tabah dalam menghadapi permasalahan,” terang tokoh ulama setempat, H Fahruddin Ghozali, pada wartawan saat ditemui usai istighosah, Jumat (18/9/2015).

Selain itu, sambung Fahruddin, semoga Fuad Amin selamat dari segala tuntutan hukum sehingga bisa bebas. Jika tidak demikian, diharapkan Fuad Amin mendapat hukuman yang ringan.
“Semoga Kiai Fuad diberi kesabaran, karena diakui atau tidak kita merasakan jasa beliau saat memimpin Bangkalan. Seperti pembangunan hingga menyentuh pelosok desa, terutama infrastruktur jalan,” paparnya.
Disinggung kenapa menggelar doa bersama di Pesarean Azimat yang terletak di pesisir pantai, ia mengaku masyarakat disini sudah menjadi tradisi kalau memohon kepada Allah SWT di tempat yang ada karomah.
“Disini kuburannya auliya dan ada banyak berkah. Semoga doa ini bisa terkabul,” ungkapnya.
Hal senada juga diucapkan Kepala Desa Banyusangka, Abdus Syukur. Ia menyatakan, pada prinsipnya masyarakat mendoakan Fuad Amin supaya ada semacam keringanan hukum dalam tuntutan nanti.
“Kita masih mencintai dan membutuhkan beliau untuk membangun Bangkalan. Kita tidak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa berdoa. Semoga doa ini dikabulkan,” ujar Syukur.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.