300 Hektar Hutan Rinjani Rusak Akibat Penebangan Liar

ant, · Senin 21 September 2015 22:10 WIB
https: img.okezone.com content 2015 09 21 340 1218473 300-hektar-hutan-rinjani-rusak-akibat-penebangan-liar-i3IGeITJcJ.jpg Foto: Ilustrasi

MATARAM - Kepala Dinas Kehutanan Nusa Tenggara Barat Andi Pramaria mengungkapkan, sebanyak 300 hektar hutan di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani dalam kondisi rusak parah akibat penebangan liar.

"Lokasi terparah berada di Kabupaten Lombok Timur," ungkapnya, Senin (21/9/2015).

Dia menjelaskan, hutan yang telah digunduli tersebut kini telah berubah menjadi ladang dan kebun yang dimanfaatkan oleh warga sekitar, terutama yang mendiami seputar kawasan hutan.

Sedangkan kayu hasil penebangan tidak dijual ke pihak lain, melainkan dipakai sendiri untuk membuat rumah dan pembatas wilayah ladang. "Jadi, kayunya ini tidak di ambil. Melainkan dipakai untuk membuat rumah dan pagar batas antar kebun," ujarnya.

Menurutnya, penggundulan hutan di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) sudah terjadi sejak lama. Pelakunya adalah masyarakat yang mendiami kawasan hutan tersebut.

Mereka menganggap bahwa lahan tersebut merupakan tanah adat yang dapat dimanfaatkan sebebasnya untuk keperluan mereka.

Untuk mengatasi penebangan pohon di Hutan Rinjani, Andi mengaku, sulit dilakukan karena masalah tersebut menyangkut persoalan sosial dan mata pencarian masyarakat yang menggantungkan dari hasil berladang.

"Sebetulnya kami sudah menurunkan tim untuk mencoba menindak, tetapi rupanya tidak ada dukungan dari aparat keamanan. Sudah datang ke sana tetapi mereka akhirnya menarik diri. Sehingga ketika akan mengambil tindakan, dibatalkan. Akhirnya tinggal polisi hutan dan masyarakat yang berhadapan," jelasnya.

(Fal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini