Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ribuan Burung dari Rusia Migrasi ke Indonesia

Mewan Haqulana , Jurnalis-Senin, 19 Oktober 2015 |19:02 WIB
Ribuan Burung dari Rusia Migrasi ke Indonesia
(Foto: Humas Banyuasin)
A
A
A

BANYUASIN - Memasuki akhir Oktober, ribuan burung laut dari Siberia, Rusia dan Australia mulai bermigrasi ke Taman Nasional Sembilang (TNS), Banyuasin.

Kepala Balai Taman Nasional Sembilang, Syahimin di dampingi staf humas Teguh, mengatakan ribuan burung migran sudah mendarat di pinggiran pantai TNS. "Ini baru kloter pertama, puncaknya pada akhir November sampai awal Desember nanti," jelasnya.

Burung-burung tersebut melakukan migrasi karena cuaca di tempat asalnya memasuki musim dingin. Mereka singgah sementara di TNS Banyuasin untuk mencari ikan. "Memasuki musim panas di daerah Siberia, ribuan burung itu akan kembali lagi ke daerahnya. Siklus ini terus terjadi setiap tahun," jelasnya.

Menurutnya, di Indonesia ada sekira 1.600 jenis burung. Sementara jenis yang termasuk dalam burung migrasi ada ratusan, termasuk yang singgah di TNS. Ada 112 jenis spesies burung ditemukan di TN Sembilang. Dimana, 44 spesies menggunakan mangrove sebagai habitat utama untuk hidup. Sejumlah 22 spesies lain terikat dengan kawasan ini. “Habitat mereka harus di-protect, jangan diganggu dan diburu serta jangan diubah fungsinya,”tegasnya.

Dia menambahkan 202 ribu hektare lebih TN Sembilang terdiri dari hamparan vegetasi hutan mangrove, rawa belakang, hutan rawa air tawar dan hutan rawa gambut. ”Di sana, ada 87 ribu hektare hutan mangrove yang masih utuh, terluas di Indonesia bagian Barat. Keseluruhan, ada 17 spesies mangrove atau sekitar 43 persen dari seluruh spesies mangrove di Indonesia ada di kawasan ini,” katanya.

Sementara itu Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian mengatakan, Taman Nasional Sembilang merupakan salah satu kawasan penyangga ekosistem dunia. "Ini bisa menjadi kawasatan wisata yang eksotis," jelasnya.

Ribuan bahkan puluhan ribu burung migran asal Siberia dapat disaksikan di Sembilang yang mencapai puncaknya pada Oktober. Hal ini merupakan atraksi burung migran yang menarik untuk diamati, karena dapat mendengar secara langsung suara gemuruh burung-burung tersebut terbang bersamaan dan menutupi suara debur ombak Selat Bangka.

Untuk mencapai TNS dapat ditempuh menggunakan spedboat, bisa naik dari bawah jembatan Ampera, menempuh jarak sekira dua jam menyusui sungai rawa. Selama perjalanan, akan disambut dengan satwa dan flora TNS. "Selain burung migran, juga ada lumba-lumba air tawar, gajah, buaya, dan sejumlah founa lainnya," katanya.

(Muhammad Saifullah )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement