Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing mengatakan bahwa sebagai Presiden, Jokowi dituntut untuk lebih mandiri dalam berkeputusan dan mengedepankan kepentingan negara.
“Kemampuan leadership seorang Presiden diuji di sini. Presiden harus lebih berdaya dan lebih mandiri dalam berkeputusan dalam hal apapun, baik dalam soal ekonomi maupun politik termasuk pergantian kabinet,” kata Emrus.
Kabar Presiden Joko Widodo akan merombak kabinet untuk kedua kalinya kian kencang terdengar. Jokowi diyakini akan melakukan reshuffle jilid II dalam waktu dekat, paling lambat pada Desember usai pagelaran Pilkada serentak nanti.
Partai Amanat Nasional (PAN) yang disebut akan mendapatkan jatah dalam reshuffle kali ini. Wajar saja, PAN telah menyatakan dukungan kepada pemerintah, namun belum mendapatkan tempat di kabinet kerja Jokowi-JK. PAN sendiri sudah mendengar kabar jika reshuffle jilid II akan dilakukan dalam waktu dekat ini. Jika tidak November, Jokowi akan mengganti sejumlah menteri di kabinetnya pada Desember.
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.