Indonesia pun resmi keluar pada 13 hari kemudian, via surat dari Menteri Luar Negeri saat itu, Dr Soebandrio tertanggal 20 Januari 1965 kepada Sekjen PBB, U Thant. Dengan begitu, Indonesia pun otomatis keluar pula dari beberapa badan di bawah naungan PBB, macam UNESCO, UNICEF dan FAO.
Sementara untuk menjelaskan sejumlah alasannya meninggalkan PBB, Soekarno juga menulis surat untuk sejumlah kepala negara sahabat. Tapi keluarnya Indonesia dari PBB tak berlangsung lama.
Seiring peristiwa berdarah 30 September dan 1 Oktober 1965, rezim Soekarno pun tumbang. Indonesia yang kemudian dinakhodai Soeharto, memutuskan kembali ke pangkuan PBB.
Lewat pesan pada Sekjen PBB, 19 September 1966, Indonesia menyatakan keinginannya untuk kembali jadi anggota PBB. Keinginan Indonesia itu disambut hangat pada Majelis Umum PBB pada 28 September 1966.
Selain kembali mengikuti sidang, Indonesia pun seterusnya kembali mengirimkan pasukannya untuk berbagai misi perdamaian, setelah sempat tiga kali mengirim Kontingen Garuda (KONGA) sebelum memutuskan keluar dari PBB.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.