Seorang warga sekitar, Madhur menambahkan, saat tawuran terjadi tak jarang warga maupun pengemudi angkutan umum memisahkan pelajar yang bentrok. Mereka resah karena tawuran kerap terjadi sehingga meminta kepolisian berpatroli di kawasan itu, terutama saat jam pulang sekolah. "Di sini kawasan yang banyak sekolahnya. Kalau jam pulang, rata-rata siswa berkelompok," ujarnya.
Menurutnya, tak jarang kelompok siswa dari sekolah yang satu berselisih dengan siswa sekolah lain. Bahkan, perselisihan menjadi semakin keras ketika sudah berubah menjadi perkelahian fisik. Situasi itulah yang dicemaskan warga karena menimbulkan suasana tak nyaman dan aman. Bukan hanya angkutan umum yang terganggu, sejumlah pemilik usaha pun resah dengan situasi itu.
Sementara itu, salah seorang pelajar yang diamankan, Agam Nadie A, siswa salah satu sekolah swasta di kawasan By Pass mengaku, dia dan teman-temannya hendak ke rumah salah satu kawan dengan 'ngompeng' kendaraan yang melintas. Di tengah perjalanan, tiba-tiba saja mereka dilempari batu yang diindikasi dilakukan pelajar sekolah lain. "Kami balas lemparan itu, kemudian kami semua turun dari mobil mengejar pelakunya," kata dia membela diri.
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.