Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Banjir Jakarta, Mesin Pompa Diawasi 24 Jam

Silviana Dharma , Jurnalis-Rabu, 11 November 2015 |08:55 WIB
Banjir Jakarta, Mesin Pompa Diawasi 24 Jam
foto: ilustasi Okezone
A
A
A

JAKARTA- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi Ibu Kota Jakarta bulan ini sudah memasuki musim penghujan. Namun pada November-Desember 2015 ini intensitas hujan masih standar, yakni berkisar 100-200 mililiter per jam.

Hujan deras baru akan mengguyur Jakarta sekitar Januari-Februari 2016. Sebab itu, Pemprov DKI sudah menyiapkan pompa penyedot air jika sewaktu-waktu terjadi banjir.

Guna menampung curahan air dalam jumlah relatif besar itu, petugas-petugas stasiun mesin pompa air DKI pun disiagakan menjaga mesin-mesin pompa yang ada agar tetap berfungsi.

“Sesuai instruksi Suku Dinas Tata Air Jakarta Barat (diharuskan) melakukan pengawasan selama 24 jam setiap harinya. Mesin pompa tersebut bekerja tidak, kemudian saluran air juga dicek ada sampah-sampah yang menghambat saringan mesin pompa atau tidak," ujar Irvan (28) seorang petugas stasiun pompa di Jalan Daan Mogot yang ditemui Okezone, Rabu (11/11/2015).

Banjir Putus Jalan Daan Mogot

Menurutnya, debit air di beberapa kali besar di kawasan Jakarta Barat juga menjadi objek pengawasan petugas stasiun mesin pompa. Terutama di empat kali besar, yakni Kali Sekretaris, Kali Angke, Kali Grogol dan Kali Mookervart yang kerap meluber di saat hujan deras.

"Misalnya, Kali Mookervart jika airnya meluap, otomatis mesin pompa juga tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya. Percuma kan jadinya? Airnya bolak-balik saja," terang Irvan.

Dalam hal penjagaan, para petugas di stasiun mesin pompa terbagi dalam tiga sif kerja. Masing-masing sif dipegang oleh enam petugas yang mengoperasikan dua unit pompa berdaya sedot per pompanya 500 liter per detik.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyatakan bahwa pengentasan banjir di DKI Jakarta jelas bergantung pada pompa air. Menurutnya, jika tidak ada mesin pompa maka Ibu Kota sudah tenggelam.

Pantauan Okezone, kondisi mesin yang menyedot air dari saluran penghubung di permukiman Cengkareng Timur itu saat ini berfungsi dengan baik.

"Kendalanya itu saja, sampah masih suka tersangkut. Untuk mengangkat filter itu butuh dua orang, karena di sini tidak pakai katrol, jadi harus dibersihkan secara manual," katanya.

(Muhammad Sabarudin Rachmat (Okezone))

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement