KACHIN – Korban tewas akibat longsor yang terjadi di tambang batu giok di Kachin, Myanmar bertambah menjadi 90 orang. Lebih dari 100 orang masih belum diketahui keberadaannya.
Sebagian besar korban merupakan warga desa setempat. Mereka tertimpa reruntuhan limbah buangan tambang batu giok setinggi 300 meter. Masyarakat setempat terbiasa untuk mencari sisa-sisa batu giok dari pertambangan yang menggunakan mesin produksi sebagai mata pencaharian mereka.
“Kami menemukan 79 jenazah semalam. Pagi ini kami menemukan 11 lagi. Total korban tewas sejauh ini mencapai 90 orang,” ujar Nilar Myint, polisi Hpakant, Kaching, Myanmar, seperti dilaporkan IB Times, Minggu (22/11/2015).
Longsoran limbah batu giok tersebut menimpa sekira 50 rumah di wilayah tersebut. Peristiwa serupa pernah terjadi awal 2015 ini di Hpakant. Sekira 12 orang tewas tertimpa longsoran limbah batu giok. Hpakant merupakan wilayah tambang batu giok terbesar di dunia.
Wilayah Hpakant merupakan wilayah yang masih berada di bawah garis kemiskinan. Fasilitas umum di wilayah tersebut juga dalam keadaan buruk. Hpakant tidak punya akses jalan yang bagus dan aliran listrik pun masih kurang stabil.
Meski begitu, tambang batu gioknya merupakan yang terbesar di dunia. Triliunan dolar Amerika telah dihasilkan dari pertambangan. Namun, uang hasil pertambangan dikeruk habis-habisan oleh junta militer Myanmar lewat operasi militer di sekitar wilayah Hpakant.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.