Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

ISIS Akui Taiwan sebagai Negara sekaligus Musuh

Silviana Dharma , Jurnalis-Kamis, 26 November 2015 |21:01 WIB
ISIS Akui Taiwan sebagai Negara sekaligus Musuh
Bendera Taiwan muncul dalam video propaganda ISIS. (Foto: Shanghaiist)
A
A
A

TAIPEI – Video terbaru kelompok militan ISIS yang berjudul ‘No Respite’ atau Tidak Tangguh menampilkan bendera 60 negara yang disebut sebagai Koalisi Setan dan menjadi musuh mereka.

Sebagaimana diberitakan Shanghaiist, Kamis (26/11/2015), secara mengejutkan bendera Taiwan termasuk 60 negara yang ditargetkan ISIS. Presiden Taiwan Ma Yingjou mengaku senang diakui ISIS sebagai negara sekaligus musuh. Namun, ia meminta masyarakatnya untuk tidak panik, melainkan waspada menanggapi video propaganda yang dirilis ISIS itu.

“Pemerintah akan mengambil langkah-langkah kontingensi yang diperlukan untuk melindungi warga Taiwan dari pengaruh yang mungkin ditimbulkan dari serangan teroris, baik dalam skala internasional maupun domestik," katanya.

Masuknya Taiwan dalam video berdurasi 4 menit itu kemungkinan dikarenakan pernyataan Presiden Amerika Serikat Barrack Obama ketika menghadiri Pertemuan East Asia Summit ASEAN. Dalam pertemuan itu, Obama menyebut Taiwan sebagai salah satu negara Asia Pasifik yang tergabung dalam koalisi melawan ISIS.

Terkait munculnya bendera Taiwan dalam video tersebut, seorang netizen asal Taiwan berseloroh, “Ini berarti Taiwan selangkah lagi menuju PBB.”

Seperti diketahui, status Taiwan sebagai negara hingga kini masih menjadi polemik. Masyarakat Taiwan selalu menempatkan dirinya di luar kekuasaan China. Di sisi lain, pemerintahan Xi Jinping mengklaim Taiwan masih anak wilayahnya.

(Muhammad Saifullah )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement