Heri menambahkan, tak ada persyaratan khusus untuk menjadi masinis. Yang harus dipastikan yaitu lulus STM Otomotif atau SMA, usia di bawah 25 tahun serta sehat jasmani dan rohani.
Khusus, untuk pelatihan masinis, lanjut Heri, BPPT ini menggembleng siswa selama dua bulan. Selanjutnya, jika lulus di tahap tersebut, siswa akan menjalani pendidikan tambahan di lapangan selama empat bulan.
"Total enam bulan pelatihan diklat itu untuk calon asisten masinis. Asisten masinis ada batasan jam terbang. Untuk jadi masinis, diklat lagi dua minggu, lalu kembalikan lagi ke lintas (lapangan)," lanjut dia.
Usai menjalani enam bulan pelatihan, dibutuhkan jam terbang sebanyak 2.000 jam untuk menjadi asisten masinis, atau sekira 2 tahun mendampingi perjalanan kereta. Melewati fase itu, membutuhkan 4.000 jam atau kira-kira empat tahun tambahan, untuk secara resmi menyandang jabatan masinis.
Menurut Heri, ini adalah salah satu mekanisme untuk memastikan kendali kereta yang membawa banyak penumpang tersebut berada di tangan orang yang kompeten.