BANDUNG - Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) diduga melakukan aksi pemukulan terhadap tiga taruna akademi militer (Akmil) di Kampus IPDN, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Bandung.
Menanggapi hal itu, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyesalkan kekerasan di kampus pencetak abdi negara tersebut.
"Ini kan terulang. Kita sesalkan. Jangan ada kekerasan. Enggak boleh alasannya apapun," ujar Aher di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (29/11/2015).
Ia berharap, ke depan tidak ada lagi aksi serupa. Apapun alasannya, di area dunia pendidikan jangan sampai terjadi aksi kekerasan.
"Justru pendidikan itu mengajarkan kita untuk tidak ada kekerasan. Cukup ya, jangan sampai ada lagi. Enggak dibenarkan itu," tegas Aher.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.