Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tradisi Kekerasan di IPDN Harus Dihapuskan

Fahmi Firdaus , Jurnalis-Kamis, 03 Desember 2015 |14:56 WIB
Tradisi Kekerasan di IPDN Harus Dihapuskan
ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Pemecatan terhadap lima praja senior Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), karena diduga melakukan pemukulan terhadap dua taruna Akademi Militer pada 19 November 2015, mendapat apresiasi sejumlah pihak.

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem, Ahmad Sahroni, mengatakan, pemecatan itu harus dijadikan pelajaran bagi pelajar IPDN. Ia berharap kekerasan di lembaga yang berada di bawah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) itu harus dihentikan.

"Ini perlakuan mendidik dengan kekerasan yang memberikan efek luar biasa, sangat kurang ajar enggak pantas melakukan itu kepada akademi militer," kata pria yang akran disapa Roni ini di Jakarta, Kamis (3/12/2015).

Namun dia meyakini, tidak semua praja di IPDN yang suka melakukan kekerasan. Karena masih praja yang berkelakuan baik.

"Kalau sok gagah-gagahan mukul orang tapi ternyata mental kacang, buat apa. Tapi saya yakin enggak semua pelajar di IPDN begitu, tapi rangkaian peristiwa kekerasan ini jadi tolak ukur untuk berubah. Hilangkan tradisi lakukan kekerasan," tandasnya.

(Rizka Diputra)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement