BANDA ACEH - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mendadak jadi bintang saat berkunjung ke Museum Tsunami Aceh. Para muda-mudi berebutan untuk selfie atau foto bareng dengan pria yang biasa disapa Kang Emil itu.
Kedatangan Kang Emil ke Museum Tsunami, Sabtu (26/12/2015) malam, untuk mengadiri peluncuran dan bedah buku Peradaban Cahaya, Civilization of Light karya jurnalis foto Aceh, Bedu Saini.
Didampingi Wali Kota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal, Kang Emil bertindak sebagai pembedah buku yang berisi foto-foto detik-detik peristiwa tsunami, tanggap darurat, masa rehabilitasi, rekontruksi hingga proses damai di Aceh.
Kehadiran Kang Emil ternyata mengundang daya tarik tersendiri bagi warga Aceh. Maklum, dialah yang merancang Museum Tsunami yang kini jadi situs kebanggan masyarakat Serambi Makkah.
Usai acara, Kang Emil langsung 'diserbu' para gadis Aceh. Ada yang sekadar bersalaman, ada pula yang minta foto selfie.
"Kami mau foto pak," pinta mereka. Kang Emil pun menuruti permintaan tersebut.
Nurul Fajri, warga Banda Aceh mengaku senang bisa berselfie dengan Kang Emil. "Beliau juga sosok wali kota Bandung yang peduli dan banyak mensupport kegiatan anak muda, orangnya supel, ramah juga," kata Nurul.
Nurul kagum melihat Ridwan yang rajin berinteraksi dengan netizen di sosial media, tanpa menjaga jarak dengan anak-anak muda.
Sebelumnya, saat membedah buku Peradaban Cahaya, Civilitation of Light, Ridwan Kamil mengaku kagum dan terharu dengan foto-foto tsunami hasil jepretan Bedu Saini.
Bedu yang bekerja di Harian Serambi Indonesia mengabadikan momen bersejarah saat tsunami sedang menerjang Banda Aceh. Di tengah orang-orang berlarian menyelamatkan diri, naluri jurnalistik Bedu terus muncul. (day)
(Susi Fatimah)