Alois Heidler sendiri sepanjang hidupnya, bekerja sebagai pegawai pemerintah Austria dan kemudian membuka bengkel perbaikan sepatu.
Pasca-sang ayah wafat pada 1903, Hitler muda sedianya masih punya keinginan untuk bekerja sebagai pegawai pabrik. Pada 1905,
Hitler turut ‘nyambi’ jadi pelukis amatiran, di samping hidup foya-foya dengan menggunakan uang kompensasi anak yatim, serta uang kiriman ibunya.
Tak betah jadi pegawai, Hitler memilih keluar dan meneruskan hobinya melukis sebagai pendapatan utamanya. Dia menjajakan lukisan murahan, baik dalam bentuk kanvas maupun kartu pos di berbagai kawasan wisata Kota Wien.