Puluhan Warga Diserang Chikungunya, Pemerintah Belum Keluarkan Status KLB

Solichan Arif, Koran SI · Sabtu 09 Januari 2016 03:02 WIB
https: img.okezone.com content 2016 01 09 519 1284125 puluhan-warga-diserang-chikungunya-pemerintah-belum-keluarkan-status-klb-RXJsRM0zzo.jpg Foto: Illustrasi Okezone

TULUNGAGUNG - Pemerintah Kabupaten Tulungagung belum memberlakukan status Kejadian Luar Biasa (KLB), atas lumpuhnya puluhan warga Dusun Pacet Desa Moyoketen, Kecamatan Boyolangu akibat gigitan nyamuk chikungunya.

“Kita belum memberlakukan KLB atas kasus yang terjadi,“ ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Gatot DP Poerwanto kepada wartawan, Jumat (8/1/2016).

Sebanyak 52 orang warga Desa Moyoketen mengalami lumpuh mendadak. Mereka mengeluhkan rasa nyeri di persendian kaki dan tangan, pusing, demam hingga muntah. Situasi tidak nyaman itu membuat para warga tidak bisa bekerja.

Hasil pemeriksaan medis, para warga menjadi korban gigitan nyamuk chikungunya, yakni nyamuk sejenis pembawa virus demam berdarah yang memiliki kebiasaan berkembang biak di air bersih.

Gatot mengaku masih akan berkoordinasi dengan puskesmas setempat. Langkah yang akan diambil petugas adalah melakukan pengasapan atau fogging secara massal pada sumber perkembangbiakkan nyamuk.

"Selain itu juga lebih menggencarkan sosialisasi pemberantasan sarang nyamuk," paparnya.

Kasie P2PL Dinkes Kabupaten Tulungagung, Didik Eka menambahkan selain di wilayah Kecamatan Boyolangu, Chikungunya juga mewabah di Desa Pagersari Kecamatan Kalidawir. Tercatat ada sebanyak 13 warga yang juga lumpuh mendadak. Namun kendati demikian situasi itu tidak serta merta pemkab memberlakukan status KLB.

"Sebab untuk KLB perlu ada syarat tertentu. Misalnya kasus terjadi terus menerus dan meningkat dibanding periode sebelumnya. Kemudian juga meluas di daerah yang sebelumnya tidak ada kasus," jelas Didik.

Didik juga mengakui, bahwa Boyolangu dan Kalidawir merupakan daerah endemis. Selain cuaca yang tidak menentu, kepadatan penduduk dan kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan juga menjadi faktor penyebab.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini