Diserang Chikungunya, Puluhan Warga Lumpuh Mendadak

Solichan Arif, Koran SI · Kamis 07 Januari 2016 22:16 WIB
https: img.okezone.com content 2016 01 07 519 1283244 diserang-chikungunya-puluhan-warga-lumpuh-mendadak-IOD8Xk9d6O.jpg Chikungunya (Foto: Ilustrasi)

TULUNGAGUNG - Sedikitnya 50 orang kepala keluarga yang bertempat tinggal di Dusun Pacet, Desa Moyoketen, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung mengalami lumpuh mendadak. Melihat gejala linu sendi yang menyertai, para warga telah menjadi korban gigitan nyamuk chikungunya.

“Dokter bilang kami tergigit nyamuk chikungunya,“ kata Djurianto, salah seorang warga kepada wartawan.

Selain nyeri persendian, warga juga mengeluhkan pusing, mual dan muntah. Rasa tidak nyaman itu membuat mereka tidak mampu melakukan aktivitas sehari-hari, termasuk kerja. Sebagian besar menghabiskan waktu dengan duduk-duduk. Sebab setiap digerakkan, rasa nyeri pada kaki dan tangan semakin menguat.

“Rata rata sudah tiga harian terserang penyakit ini," kata Djurianto.

Serangan berlangsung masif. Setiap ada anggota keluarga yang sakit, dalam waktu cepat menulari yang lain. Situasi ini terus berkembang antar-keluarga di mana jumlah kepala keluarga di Dusun Pacet sebanyak 103 kepala keluarga.

Secara medis, virus ini dibawa nyamuk Aedes Albopictus. Nyamuk berjenis sama dengan pembawa virus demam berdarah. Serangga ini beranak pinak pada genangan air bening yang banyak muncul pada musim penghujan yang banyak diselingi panas.

“Setelah mendapat pengobatan rasa sakit itu berangsur-angsur berkurang,“ pungkasnya.

Kepala Desa Moyoketen Sunyoto membenarkan nyamuk chikungunya telah menyerang warganya. Bahkan, ia memprediksi wabah akan meluas mengingat musim tidak menentu. “Bisa jadi meluas mengingat antara musim penghujan dan kemarau belum menentu, “ujarnya.

Sebagai pencegahan agar tidak meluas, Sunyoto langsung mengambil langkah pengasapan (fogging) ke seluruh tempat yang ditengarai sebagai sarang nyamuk. Selain itu, pihaknya juga mendorong seluruh warga untuk melakukan pola 3 M.

“Sosialisasi dan fogging terus kita lakukan untuk melokalisir kasus yang ada,“ pungkasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini