Selain itu, Yani juga sering ikut perkumpulan Gafatar di daerah Kenten Palembang. Hingga memutuskan pindah ke Kalimantan bersama anak dan istrinya.
"Sampai sekarang mereka sekeluarga tidak bisa lagi dihubungi. Entah bagaimana nasibnya," katanya.
Dia baru mengetahui kalau Gafatar organisasi terlarang setelah dapat info di media. "Pemberitahuan di media mengatakan jika ada indikasi mencurigakan seperti ini harus lapor, saya khawatir anak saya, hingga saya lapor ke sini," tutupnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Mapolresta Palembang, Kompol Marully Pardede membenarkan pihaknya telah menerima laporan kehilangan atas nama keluarga tersebut nomor SKTLK/07-C/I/2016/Sumsel/Resta.
"Biodata dan ciri-ciri keluarga yang hilang itu telah diselidiki oleh petugas," katanya.