JAKARTA - Rumah Sakit Polri kembali mengambil sampel DNA keluarga terduga pelaku teror bom di kawasan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Sekira pukul 09.30 WIB, istri Muhamad Ali, SM (31) keluar dari posko ante mortem yang berada di sebelah utara ruang IGD RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur.
Perwakilan keluarga, sekaligus koordinator tim pembela muslim (TPM), Abu Umar (42) mengaku, kali ini polisi mengambil sampel air liur putra pertama Muhamad Ali. Ia menyebut, kecocokan DNA merupakan syarat pengembalian jenazah kepada keluarga.
"Syarat DNA harus pasti, tadi diambil dari putra pertamanya, diambil air liurnya," ujar Abu kepada awak media di RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, Senin (17/1/2016).
Abu berharap, RS Polri bisa segera mencocokkan DNA Ali dengan keluarga agar jasadnya bisa segera dimakamkan. Meski demikian, ia mengaku masih belum mengetahui rencana pemakaman yang akan dilakukan oleh pihak keluarga.
"Kalau DNA sudah cocok, seperti dua jenazah lain kan boleh pulang. Ini kami harap bisa cepat. Tapi kami belum tau ahli waris mau memakamkan di mana," imbuhnya.
Sementara itu, adik Muhamad Ali, Rahman (37) membenarkan bahwa jasad terduga pelaku yang berada di kamar jenazah ialah kakak kandungnya. Pihak keluarga, kata dia, sudah melihat jasad Ali di kamar mayat RS Polri. "Iya, kami sudah mengenali. Hanya saja, hasil tes DNA belum keluar," tukasnya.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.