Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kembali Aktif Ngeblog, Bahrun Naim Ajak Masyarakat Benci Polisi

Qur'anul Hidayat , Jurnalis-Selasa, 19 Januari 2016 |11:49 WIB
Kembali Aktif <i>Ngeblog</i>, Bahrun Naim Ajak Masyarakat Benci Polisi
Bahrun Naim (foto:Ist)
A
A
A

JAKARTA - Bahrun Naim, tokoh yang diduga otak dari teror dan pemboman di kawasan Sarinah, Jalan Thamrin kembali aktif menuliskan isi pikirannya di dalam blog pribadi, www.bahrunnaim.site.

Dalam posting-an 18 Januari 2016 dengan judul "Nasihat untuk Penonton" itu Bahrun menyebutkan bahwa aparat kepolisian Indonesia dan warga asing sebagai musuh utama atau olehnya disebut 'taghut'.

Serangan di kawasan Sarinah, kata Bahrun adalah bentuk pembalasan atas serangan-serangan aparat kepolisian terhadap kaum muslimin, baik di Daulah Islam maupun di Indonesia.

"Tercatat kurang lebih 200 kaum Muslimin terbunuh oleh pembunuhan yang dilakukan oleh Detasemen Khusus 88 tanpa pembuktian di pengadilan," tulis Bahrun seperti yang dikutip Okezone hari ini, Selasa (19/1/2016).

Sebelum serangan itu, kata Bahrun, pihaknya sudah memberikan peringatan lewat Komandan Syekh Abu Wardah serta seruan pertobatan terhadap musuh-musuhnya di Indonesia. Dia pun menyebut bahwa ancaman itu bukan omong kosong belaka.

Serangan itu, menurut Bahrun, telah mencoreng citra kepolisian di mata pemerintah Amerika Serikat (AS). "Meninggalnya beberapa orang dalam serangan tersebut, memberikan catatan kepada kita semua. Bahwa serangan junud Daulah Islam adalah sesuatu yang telah diserukan," tulisnya bangga.

Foto Kompilasi Bom Sarinah

Tak hanya itu, Bahrun yang disebut-sebut handal dalam urusan IT itu juga mengajak masyarakat untuk membenci musuh-musuhnya, termasuk polisi, para penguasa dan penolong para penguasa.

"Membenci setiap langkah mereka yang mencampakkan hukum Allah. Seruan tersebut adalah seruan kepada masyarakat untuk memutuskan keberpihakannya kepada pemerintah yang korup, mencampakkan hukum Allah, memerangi kaum muslimin, membodohi masyarakat, dan merampok kekayaan kaum muslimin ataukah bersama mujahidin!" ajaknya.

Bahrun menambahkan, peringatan dan seruan tersebut bukanlah ejekan, cemoohan, bukan tontonan, maupun sumber berita dan gosip.

"Takutlah terhadap setiap ucapan dan perbuatan yang akan dimintai pertanggungjawaban kelak di akhirat. Sungguh anak-anak yatim, dan orang-orang yang terzalimi teramat dekat kedudukannya di akhirat bersama Allah dan Rasul-Nya," tutupnya.

(Fahmi Firdaus )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement