Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tewas di Suriah, Mantan Ketua KNPI Depok Diduga Gabung ISIS

Marieska Harya Virdhani , Jurnalis-Rabu, 20 Januari 2016 |18:27 WIB
Tewas di Suriah, Mantan Ketua KNPI Depok Diduga Gabung ISIS
Ilustrasi. (dok.Okezone)
A
A
A

DEPOK - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Depok berduka dengan kabar tewasnya Mantan Ketua KNPI periode tahun 2000, Agustian Hermawan. Ia dikabarkan tewas sebulan lalu di Suriah, diduga, ia bergabung dengan ISIS.

Kejadian tersebut sedang menjadi perbincangan di kalangan anggota KNPI Depok. Agustian merupakan Ketua KNPI yang kedua sempat menjabat dua periode yakni tahun 2000-2003, dan periode kedua tidak sampai selesai.

"Di KNPI aktif di kepemudaan. Lalu juga di sepak bola Mania Depok. Keterlibatan di ISIS tidak ada yang tahu, dapat informasi tewas satu bulan yang lalu. Meninggalnya tidak ada yang tahu. Lihat di media ditembak kepalanya sementara keluarga memang tidak tahu," kata Ketua KNPI Depok Dody Riyanto, Rabu (20/1/2016).

Agustian dikenal sebagai salah satu pendiri KNPI Depok. Mendengar informasi ini, pihak anggota KNPI akan berkumpul malam ini. "Sudah ramai informasinya sejak semalam. Dia orang baik. Ada yang bilang di rumahnya di Margonda dan Sasak Panjang, nanti malam kami akan ngumpul," jelas Dody.

Ia mengaku banyak ditanya teman - teman lainnya terkait kabar tersebut, Namun, ia juga menambahkan telah putus kontak dengan Agustian.

"Sebagian ada yang tahu di Suriah, tapi tidak tahu pekerjaannya apa. Memang almarhum sering ngaji, tapi tidak tahu juga. Almarhum merupakan pengusaha, kontraktor, dan anggota Kadin. Saya ketemu terakhir tahun 2011," jelasnya.

Mendapatkan kabar tersebut, Kapolresta Depok Kombes Pol Dwiyono mengaku akan menelusuri lebih lanjut hal itu terutama adanya dugaan ikut jaringan ISIS atau tidak. "Saya juga akan cek setelah sudah mendapatkan informasi itu. Masih kami telusuri," tegasnya.

(Khafid Mardiyansyah)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement