Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ketua DPR: Gedung Parlemen Butuh Pemeliharaan

Dara Purnama , Jurnalis-Minggu, 31 Januari 2016 |13:51 WIB
Ketua DPR: Gedung Parlemen Butuh Pemeliharaan
Ilustrasi DPR (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Tidak harus membangun gedung baru, namun membenahi yang sudah ada. Begitulah sekilas keinginan yang diutarakan Ketua DPR RI Ade Komarudin bagi Komplek Parlemen.

Pria yang kerap disapa Akom itu baru saja menjabat sebagai Ketua DPR setelah Setya Novanto menyatakan mundur dari jabatannya.

Minggu pagi sekira pukul 09.30 WIB, Akom bersama Sekjen dan Kepala Biro Perlengkapan DPR RI mengunjungi Kompleks Parlemen yang memiliki gedung yang dikenal dengan nama Gedung Kura-Kura. Banyak hal yang harus dibenahi dari sisi estetika gedung.

Akom menginginkan ada taman bungan yang memberikan keindahan serta perawatan sisi samping gedung yang layaknya hutan tidak terawat. Berikut dengan rawanya dipenuhi semak belukar.

"Komplek parlemen berarti meliputi DPR, DPD dan MPR. Karena ini satu komplek jadi enggak bisa saya dan Ibu Sekjen DPR dan teman-teman kesekjenan hanya memikirkan untuk DPR saja. Saya mungkin akan melakukan koordinasi dengan Ketua MPR dan Ketua DPD," kata Akom di sela-sela monitoring Komplek Parlemen, Jakarta, Minggu (31/1/2016).

Politikus Partai Golkar itu menginginkan agar Kompleks Parlemen Indonesia bersih dan indah dilihat. "Tidak usah mewah, tetapi aman dan nyaman bagi mereka bekerja mengabdikan bagi negara di sini, termasuk wartawan tentunya," tuturnya.

"Saya ingin semua ditempatkan pada posisi sebenarnya, kita ingin adek-adek kita dan anak-anak kita daerah baik itu SMP, SD, SMA yang melakukan studi banding ke sini sekurang-kurangnya mendapatkan kenyamanan karena ini gedung bersejarah buat negeri ini," sambung Akom.

Ia menyimpulkan Gedung Parlemen tidak harus dibangun yang baru, hanya saja pemeliharaan perlu ditingkatkan. "Tadi kita sudah keliling satu kesimpulan bahwa tinggal pemeliharaan. Di kita ini kelemahannya membangun bisa tapi memelihara kurang bisa," tegas Akom.

"Termasuk pegawai yang membersihkan harus diperbanyak kemudian yang memeriksa taman setiap hari harus ada kemudian yang meyiraminya harus betul-betul rutin tidak isidental. Semuanya akan ditata dengan baik," pungkasnya.

(Fiddy Anggriawan )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement