ANKARA – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, kembali mengungkapkan kejengkelannya melihat “kemesraan” mitranya, Amerika Serikat dengan musuhnya yang dianggap teroris, Partai Persatuan Demokratik Suriah-Kurdi (PYD).
Kemesraan AS dengan musuh bebuyutan Turki itu ditunjukkan dengan kedatangan Brett McGurk, utusan Presiden AS, Barack Obama pada 2 Februari 2016 lalu ke basis PYD di Kobanî, Suriah Utara.
Kunjungan AS itu merupakan bentuk dukungan moril terhadap Kurdi, yang diklaim AS turut membantu peperangan terhadap kelompok teroris ISIS.
Ditambah, juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) AS, John Kirby pada Senin, 8 Februari 2016 lalu, menegaskan bahwa AS tak menganggap PYD berada di dalam daftar hitam kelompok teroris.