MALANG - Ono Sumarsono, pria yang lahir 68 tahun lalu ini memang tak dikenal banyak orang. Mungkin hanya komunitas seniman dan para tetangga saja yang tahun kiprahnya.
Ono sejak kecil memang menyukai dunia seni, seperti melukis, pahat hingga membuat patung dia mampu. Di kawasan kidul pasar ia tinggal. Di dekat rumahnya terdapat pusat jual beli barang bekas baik motor, sepeda, mobil, alat-alat pemotong.
Naluri seninya pun muncul dengan menciptakan beberapa karya seni dari barang-barang bekas tersebut. Ada yang dari plat, baut, gear, linggis, tang, dan segala sampah besi yang masih bisa digunakan maupun tidak. Tak jarang dia membeli konponen besi yang baru untuk memenuhi bentuk karyabyang diinginkan.
Ditemui di depan Semeru Art Galery, Ono tampak sibuk mengelas bagian-bagian karyanya yang belum sempurna. Namun, sekilas bisa dilihat kalau Ono sedang mengerjakan sosok hewan predator, buaya.
Sosok buaya ini digambarkan sebagai makhluk yang ganas, predator yang ulung dan selalu cerdik dalam mengintai dan memburu mangsanya."Dunia saat ini diselimuti kekerasan, perang, perkelahian, dan maunya menang sendiri, Saya ingin ada perdamaian, jangan seperti buaya yang rakus," ujar Ono.
Selain buaya, sudah banyak karya Ono yang menghiasi tempat-tempat di luar negeri. Ia mengaku karyanya sudah tersebar di 25 negara. "Seperti Afrika Selatan, Amerika, Inggris, Jerman, Australia, dan lainya," katanya.
Dalam menciptakan karya seni, dirinya tidak menargetkan kapan selesai. Menurutnya, seni adalah untuk seni, yang paling penting imajinasi masuk ke karyanya. Ia juga tidak mau ada menciptakan karya pesanan.
Menurutnya, apa yang ada dalam imajinasinya itu yang akan menjadi karyanya. "Mengalir saja membuatnya, tahu-tahu selesai," katanya.
Di Indonesia, karya patung besinya juga menghiasi tempat wisata Eco Green Parka, kemudian International Culture Center (ICC), di sebagian tempat di Malang, dan lainnya.
Dalam berkarya, ia sendiri tidak menargetkan akan dijual kemana atau laku. Menurutnya, seniman Indonesia harus kreatif dan tidak perlu komersil. Selain buaya, ada gajah, burung, kura-kura seberat 10 ton, pernah dibikin dari tangannya.
(Risna Nur Rahayu)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.