Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sejarah PSK Mangkal di Atas Becak Kota Medan (3)

Erie Prasetyo , Jurnalis-Jum'at, 19 Februari 2016 |11:30 WIB
Sejarah PSK Mangkal di Atas Becak Kota Medan (3)
Ilustrasi. (dok.Okezone)
A
A
A

MEDAN - Dari penelusuran yang dilakukan Okezone, beberapa jalan di Kota Medan dijadikan sebagai tempat mangkal para pekerja seks komersil (PSK). Kondisi itu sudah ada sejak tahun 1980-an.

Awalnya, keseluruhan berkumpul di Jalan Nibung Raya. Di mana saat itu, PSK berdatangan dari luar kota untuk mengisi tempat-tempat hiburan malam.

"Dulu yang paling ramai di Medan adalah Jalan Nibung. Losmen-losmen berjejer dan juga tempat hiburan malam seperti cafe, diskotik dan lain-lain. Di situlah banyak PSK dari luar kota berdatangan," ujar salah satu pemilik warung yang sudah berjualan di Jalan Nibung sejak 26 tahun yang lalu.

Di jelaskannya lelaki berusia 58 tahun itu, setelah mengetahui banyak tempat hiburan malam di seputaran Jalan Nibung, para lelaki hidung belang dari berbagai kota dan provinsi pun berdatangan ke sana.

"Kebanyakan dari Aceh, Siantar, dan lain-lain. Umunya mereka singgah di Medan dan bermalam," terangnya mengingat kembali keramaian di Kota Medan dulu.

Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, keberadaan tempat-tempat hiburan malam di Jalan Nibung mulai merosot. Hotel-hotel atau losmen yang dulunya dijadikan sebagai tempat penginapan dan mesum, mulai beralih fungsi menjadi showroom-showroom mobil. Saat itulah keberadaan para PSK mulia tersisih.

Lantaran kehilangan tempat, sebagian PSK pun kemudian memilih menjajakan diri di pinggir jalan. Namun sial, karena keberadaan mereka yang berjejer di pinggir jalan meresahkan masyarakat, pemerintah kota pun ketika itu kerap melakukan razia.

"Karena sering dirazia, para PSK pun kemudian mulai pindah ke Jalan Gatot Subroto. Tapi di sana juga mereka selalu dirazia. Makanya mereka memilih berpindah lagi ke Jalan Iskandar Muda, Jalan Gajah Madan, dan Jalan Wahid Hasyim," terang sumber tadi.

Bertahannya para PSK di seputaran ketiga jalan tadi sampai saat ini, memang dikarenakan lokasinya strategis. Di mana ada satu taman di lokasi yang selalu ramai dihuni para pasangan-pasangan kekasih yang sedang bertemu.

Di sanalah mereka mulai menjajakan diri secara terselubung. Di atas becak motor (betor), mereka mangkal agar bisa gampang melarikan diri saat petugas melakukan razia.

(Abu Sahma Pane)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement