Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Warga Indramayu Demo Tolak Pembangunan PLTU

Dwi Ayu Artantiani , Jurnalis-Rabu, 24 Februari 2016 |11:37 WIB
Warga Indramayu Demo Tolak Pembangunan PLTU
Warga Indramayu Demo. (Foto: Dwi Ayu/Okezone)
A
A
A

INDRAMAYU - Massa yang tergabung dalam Solidaritas Buruh Tani dan Nelayan Indramayu berunjukrasa menolak pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) II. Demo dilakukan dengan cara membentangkan spanduk sepanjang 15 meter di depan Kantor Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Rabu (24/2/2016).

Spanduk tersebut bertuliskan pesan tuntutan. Koordinator aksi, Salim menjelaskan pembangunan PLTU II di daerahnya merupakan penderitaan bagi masyarakat Indramayu yang berda di Kecamatan Sukra dan Patrol.

"Rencana lokasinya itu di Desa Mekarsari, Kecamatan Patrol, yang imbasnya ke tiga desa. Di antaranya Desa Mekarsari, Patrol Baru, dan Sumuradem" ucapnya.

Salim mengatakan sejak PLTU Sumuradem Unit I beroperasi pada 2011, warga sudah merasakan dampak negatifnya. Di antaranya berkurangnya tangkapan hasil laut akibat pencemaran air oleh PLTU yang menyebabkan pendapatan nelayan berkurang drastis. Hal itu membuat nelayan rugi.

Apalagi pencemaran itu juga membuat produktivitas pertanian menurun. Pengangguran akibat penggusuran lahan produktif juga menjadi keluhan.

"Rencana pembangunan PLTU unit II akan menggusur lahan pertanian produktif seluas 269,7 hektare di wilayah Desa Mekarsari, Patrol Baru dan Sumuradem yang akan berdampak pada penurunan produksi gabah hingga lebih dari 5.000 ton per tahun" ungkap Salim.

"Oleh karena itu, kami sepakat untuk menolak PLTU Unit II dan meminta agar rencana proyek ini dibatalkan. Bahkan lebih baik lagi jika PLTU Unit I ditutup karena dampaknya sudah sangat merugikan warga sekitar," tambahnya.

Sementara Manager Hukum dan Komunikasi Pertanahan PT PLN Unit Induk Pembangunan VI, Kateni mengatakan pihaknya baru melakukan sosialisasi yang dikemas dalam bentuk kegiatan konsultasi publik.

"Ini baru awal sosialisasi pembebasan lahan, kemudian jika masyarakat setuju maka akan ditetapkan lokasi dan selanjutnya dilakukan pembebasan lahan" terangnya.

Dia mengatakan pembangunan ini dilakukan karena kebutuhan listrik di Jawa sangat mendesak. Pihaknya pun berjanji akan mengakomodir semua tahapan pembangunan, termasuk tentang pemohonan analisis dampak lingkungan.

(Abu Sahma Pane)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement