Lima Harta Karun Misterius Peninggalan Perang Dunia II

Rizka Diputra, Okezone · Jum'at 26 Februari 2016 20:05 WIB
https: img.okezone.com content 2016 02 26 18 1322353 lima-harta-karun-misterius-peninggalan-perang-dunia-ii-UOMZEaxgN5.jpg emas batangan peninggalan Jenderal Yamashita (foto: theunredacted.com)

Banyak cerita di balik Perang Dunia II yang hingga kini masih menyisakan misteri. Perang Dunia II ternyata tidak hanya melulu berkaitan dengan konspirasi dan unjuk kekuatan militer. Konflik yang melibatkan berbagai negara itu juga turut memperebutkan harta benda yang bernilai fantastis.

Harta karun tersebut konon disebut-sebut masih ada hingga kini, meski diakui keberadaannya misterius. Berikut ulasan mengenai harta karun peninggalan Perang Dunia II yang konon salah satunya tersimpan di Indonesia sebagaimana dikutip dari boombastis.com.

Emas Milik Jenderal Yamashita

Pada masa Perang Dunia II, Jepang menjadi pihak yang menderita kekalahan. Akibatnya, serdadu Nippon menyerahkan apa saja yang menjadi miliknya kepada tentara sekutu.

Kendati begitu, Jepang ternyata masih menyimpan emas-emas mereka di sejumlah tempat tersembunyi di wilayah Asia Tenggara. Tumpukan emas yang digunakan Jenderal Yamashita untuk membiayai berbagai peperangan Jepang itu konon nilainya mencapai USD22 miliar.

Jepang pernah mencurigai Amerika sebagai pihak yang dicurigai menemukan dan mengangkut emas-emas itu. Konon emas-emas peninggalan Jenderal Yamashita itu diduga disembunyikan di wilayah Filipina dan sebagian lainnya di Indonesia. Namun, hingga kini keberadaan pastinya masih misterius.

Kereta Emas Nazi

Tentara Nazi pernah begitu perkasa namun mereka juga takluk di Perang Dunia II. Semua hartanya dipreteli oleh pihak pemenang. Namun, ada peninggalan terbesar mereka yang masih diburu oleh banyak orang. Harta itu berupa gerbong kereta yang berisi emas.

Emas yang ada dalam gerbong kereta itu konon beratnya mencapai 300 ton. atau senilai USD10 miliar. Ada yang menyebutkan jika harta karun spektakuler itu disimpan di suatu tempat di Polandia. Kereta bermuatan emas itu terakhir terlihat pada tahun 1945 silam.

Benteng Alpine

Benteng milik Nazi ini disinyalir menyimpan banyak harta, di antaranya emas dan batu permata. Harta yang tersimpan di benteng ini tak lain untuk membiayai berbagai operasi militer penting Nazi.

Ada yang unik dari Benteng Alpine di mana petunjuk keberadaan hartanya dapat diketahui dari sebuah notasi orkestra bernama March Impromtu yang dibuat oleh komposer Goofried Federlein. Terdapat not-not unik yang letaknya terpisah antara satu sama lain dan disebut sebagai petunjuk di mana harta itu tersimpan.

Ruangan Amber

Di Rusia terdapat sebuah istana yang salah satu ruangannya berisikan perabotan berbahan emas dan batu permata nan mewah. Ruangan bernama Amber itu bahkan sebuah wallpaper-nya terbuat dari kertas berbahan emas murni. Tentara Nazi juga pernah menguasai istana ini dan mengambil apapun yang ada di dalamnya.

 

Emas dan barang-barang mewah yang ada di ruangan Amber tersebut konon diangkut dan disimpan di Kastil Konigsberg di Prussia.

Tentara Rusia kemudian membombardir wilayah itu hingga kekayaan yang diambil dari ruangan Amber raib tanpa bekas. Belakangan, ada saksi mata yang mengatakan jika harta-harta ruangan Amber diangkut menggunakan kapal besar sehingga muncul dugaan jika harta itu masih ada hingga kini.

Kapal Awa Maru Bermuatan Emas

Awa Maru merupakan kapal barang milik Jepang yang didesain oleh palang merah internasional yang berfungsi mengangkut para korban luka akibat perang. Awa Maru juga mengangkut berbagai obat dan peralatan medis. Namun, kapal itu juga diduga mengangkut harta benda berupa emas, platinum, dan batu permata.

 

Awa Maru bahkan juga disebut mengangkut fosil manusia Peking, yang kerangkanya paling diburu para ilmuwan lantaran sangat bernilai. Kapal ini hancur setelah ditorpedo kapal selam Amerika saat berlayar menuju Singapura.

Banyak negara memburu harta karun yang tersimpan di kapal tersebut. China bahkan hingga menganggarkan uang USD100 juta untuk mencarinya namun hasilnya nihil.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini