Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Avenger, Peneror Pesawat Musuh dari Negeri Paman Sam

Emirald Julio , Jurnalis-Rabu, 02 Maret 2016 |06:04 WIB
Avenger, Peneror Pesawat Musuh dari Negeri Paman Sam
Peluncur misil Avenger yang dimiliki oleh Irak (Foto: Soha.vn)
A
A
A

Subsistem slew-to-cue (STC) adalah sistem komandan atau operator Avenger yang memilih target dan dilaporkan oleh FAAD C31 dari sebuah tampilan konsol target yang dikembangkan dari VT Miltope Pony PCU. Saat target sudah ditentukan, peluncur misil ini secara otomatis akan berbelok ke arah taget yang sudah ditentukan sehingga tidak terlalu banyak interaksi antara operator dengan kendali Avenger.

Konfigurasi terakhir adalah up-gun yang dikembangkan khusus untuk 3rd Armored Cavalry Regiment, resimen milliter yang dikirim ke Irak pada 2005. Modifikasi dilakukan terhadap Avenger yang membuat peluncur misil ini juga dapat melakukan misi perlindungan darat sebagai tambahan dari sistem pertahanan udara utamanya.

Pod misil bagian kanan dilepaskan dan diganti dengan senapan mesin M3P kaliber 50. Dengan pengubahan ini maka sisi kanan dari Avenger dapat langsung menghadap ke arah depan Humvee sehingga dapat menembaki pasukan musuh atau target yang berada di depan bukan hanya yang melintas di udara.

Avenger pada awalnya dibuat United States Armed Forces serta dikembangkan oleh perusahaan Boeing, dan saat ini digunakan oleh Angkatan Darat juga pasukan mariner AS. Pada 1980-an, Perusahaan Boeing mengembangkan Avenger pertama hanya dalam kurun 10 bulan dari masih bentuk cetak biru hingga sesi pengetesan oleh Angkatan Darat AS.

Pengujian awal peluncur misil mobile ini dilakukan pada Mei 1984 di Pusat Pelatihan Militer Yakima di Washington. Ketika sesi pengujian tiga rudal FIM-92 Stinger ditembakkan, dan Avenger mampu menembak ketiganya ketika sedang bergerak dalam kecepatan 30 kilometer per jam.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement