Setelah beberapa kali pengujian, bahkan di tengah hujan sekalipun, peluncur misil ini dianggap tidak mengecewakan dan pada 1987 Angkatan Darat (AD) AS membuat kontrak untuk memesan Avenger sebanyak 325 unit.
Operasi pertama yang menggunakan peluncur misil ini adalah saat Perang Teluk (2 Agustus 1990 sampai 28 Februari 1991). Penggunaan di lapangan ini tenyata terbukti sukses, dan AD AS langsung kembali memesan Avenger sebanyak 679 unit, sehingga ketika itu mereka memiliki 1.004 unit Avenger.
Selain Negeri Paman Sam, Bahrain, Mesir, Irak, dan Taiwan memiliki peluncur misil darat ke udara ini sebagai bagian dari senjata yang melengkapi alutsista negara masing-masing.
Berikut ini spesifikasi lengkap dari peluncur misil Avenger AN/TWQ-1:
Panjang: 4,95 meter
Lebar: 2,18 meter
Tinggi: 2,64 meter
Berat: 3.900 kilogram
Kru operator: 2 (Basic) dan 3 (STC)
Kecepatan ketika bergerak di jalan: 89 kilometer per jam
Mesin: Detroit Diesel cooled V-8
Sensor di ‘Avenger’ terbagi 3, yaitu Forward Looking Infrared Receiver (FLIR) atau penerima sinyal inframerah, Eye Safe Laser rangefinger atau pelacak target yang menggunakan laser, dan Scope penglihatan optik.
Senjata peluncur misil ini dalam konfigurasi dasar memiliki peluncur misil FIM-92 Stinger yang berisi empat misil dan dapat langsung ditembakkan sekaligus. Namun untuk versi modifikasi up-gun terdapat satu senapan mesin berat jenis M3p yang dibuat oleh FN Herstal.