PAINAN - Keracunan akibat makanan kembali terjadi di Pesisir Selatan. Penyebab keracunan adalah makanan tradisional onde-onde. Korban keracunan onde-onde berjumlah delapan orang warga Kabun Anda Kampung Koto Kandis Nagari Kambang Timur Kecamatan Lengayang.
Korban keracunan tersebut sejak Selasa hingga Rabu (2/3/2016) dirawat di Puskesmas Kambang. Kedelapan korban adalah Delmawanita (28), Resti (10), Lestari (3 ), Rizal (24), Samsinar (50), Tomo (85), Fitri (8), dan Eni Musrita (35).
Musrita mengatakan, bersama tujuh temanya itu pada Senin siang pesta memasak onde-onde di pinggir sungai Batang Kambang, tepatnya di Kabun Anda Kampung Koto Kandis.
“Saya bersama teman sekampung sebanyak delapan orang menjonjang (pesta red) kue onde onde. Kue itu kami masak bersama dipinggir sungai. Karena air sungai sudah biasa dikonsumsi oleh warga, sehingga untuk mema¬sak onde onde itu, kami juga menggunakan air sungai tersebut,” katanya, dikutip dari Haluan Sumbar, Kamis (3/3/2016).
Menurutnya, setelah memakan onde-onde yang dimasak itu, dia bersama tujuh temanya tidak merasakan apa-apa. Sehingga tanpa ada kekhawatiran, semua yang dimasak habis dimakan.
“Kemudian semua yang ikut pesta mulai merasa pusing, mual dan muntah. Karena yang mengalami hal seperti itu hanya kami yang pesta onde onde saja, sehingga warga menduga kuat kami keracunan setelah makan onde-onde. Secara bersamaan pula kami dilarikan ke Puskesmas Kambang,” katanya.
Korban lainnya Tomi, mengatakan di kampung itu sudah hal biasa manjonjang di pinggir sungai. Kebutuhan memasak memanfaatkan air yang sungai.
Walinagari Kambang Timur, Sondi KS mengatakan warganya sebelum dilarikan ke Puskesmas Kambang mengalami pusing dan muntah-muntah.
“Karena mual dan muntah terjadi secara bersamaan, sehingga diduga kuat mereka ini mengalami keracunan setelah memakan onde onde yang ketika itu dimasak menggunakan air sungai yang tercemar racun ikan. Sebab bisa saja ada oknum yang melakukan peracunan ikan di hulu sungai ketika itu,” jelasnya.
Bupati Pessel, Hendrajoni di Puskesmas Kambang saat menjenguk korban mengatakan, ia sudah memerintahkan tim medis melakukan evaluasi dan penanganan maksimal terhada korban. Bila memang diperlukan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Umum (RSU), segera lakukan.
Hendrajoni juga mengingatkan Walinagari Kambang Timur untuk meninjau warga lainya yang juga ikut pesta makan onde onde ketika itu.
“Kepada walinagari saya sampaikan agar meninjau dan mengevaluasi warga lainya yang diduga juga ikut makan bersama saat itu. Jika ada gejala yang mencurigakan seperti pusing dan mual, segera larikan ke Rumah Sakit. Sedangkan kepada pihak Puskesmas dan Dinas Kesehatan, sudah diperintahkan pula melakukan uji labor terhadap sisa makanan,” tutupnya.
(Amril Amarullah (Okezone))
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.