Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Clash Turki-Kurdi yang Selalu Diselingi Serangan Bom

Randy Wirayudha , Jurnalis-Senin, 07 Maret 2016 |09:14 WIB
<i>Clash</i> Turki-Kurdi yang Selalu Diselingi Serangan Bom
Serangan bom Ankara (Foto: AFP)
A
A
A

SEJAK mencuatnya pemberontakan Kocgiri pada 6 Maret-17 Juni 1921, bangsa Turki tak pernah bisa hidup akur dengan kelompok Kurdi, terutama yang menuntut kemerdekaan Kurdistan.

Clash demi clash terjadi dan memakan korban jiwa tak terhingga. Terakhir, serangan bom Ankara yang kembali (diduga) dilakukan kelompok Kurdi lewat “tangan” PKK atau Partai Pekerja Kurdi, terjadi pada 17 Februari 2016, di mana setidaknya 30 orang tewas dan 60 terluka.

Pemboman seolah jadi aksi balasan kelompok Kurdi atas kekerasan dan serangan-serangan yang dilakukan otoritas Turki terhadap eksistensi mereka, sedari pemberontakan pertama pada medio 1984-1999, hingga saat ini.

Sebelumnya, serangan-serangan yang terjadi hanya sebatas serangan dengan senjata api, maupun demonstrasi anarkis. Komisi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Hak Asasi Manusia (HAM) atau UNHCR, mencoba turun tangan pada Agustus 2010.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement