Tapi gencatan senjata itu tak berumur panjang. Lima tahun setelahnya, masa pemberontakan kedua bergulir dengan dipicu pemboman yang meledakkan sebuah rangkaian kereta dengan rute Elazig-Tatvan. Enam tewas dan 5 terluka pada 2 Juli 2005.
Bom lainnya meledak di sebuah resor wisata di Kusadasi pada 26 Juli 2005. Tidak hanya warga Turki, setidaknya seorang warga Inggris dan Irlandia, ikut tewas dalam total korban lima jiwa meninggal.
Enam orang lainnya ikut meninggal ketika sebuah supermarket di Istanbul, diserang bom yang diklaim dilakukan salah satu kelompok bersenjata Kurdi, TAK (Teyrêbazên Azadiya Kurdistan) pada 13 Februari 2006. Resor wisata lainnya di Antalya juga jadi sasaran lain pemboman Kurdi.
Empat tewas dan 28 terluka dalam pemboman 25 Juni 2006 lalu. Serangan bom terus terjadi, seperti pada 27 Agustus 2006 (pemboman bus turis, lima tewas dan delapan terluka), pemboman Antalya olek TAK 28 Agustus 2006 (tiga tewas, 87 terluka).