Jokowi sebagai pemimpin Kabinet Kerja harus dapat memperbaiki pola komunikasi di antara mereka. Bisa saja seperti mendudukan mereka dalam satu forum dan satu meja. Tujuannya agar hubungan di antara mereka segera mencair.
“Seperti tea party kepada menteri yang saling berseteru. Dan dilakukan rutin di luar dari pertemuan formal seperti sidang kabinet,” sarannya.
Dengan begitu, lanjut alumnus University Sains Malaysia (USM) itu, publik tidak melulu disuguhkan dengan perdebatan atau saling sindir mengenai prilaku di antara yang berseteru.
Dalam riset akhir tahun 2015 FFH , 10.3 persen publik beharap kepada Jokowi-JK di bidang politik agar komunikasi diantara menteri lagi. 22.3 persen publik beharap JKW-JK jangan terlalu kompromi dengan parpol/parpol jangan intervensi. 6.2 persen publik beharap hubungan antara lembaga diperbaiki/pemerintah/DPR/KPK/kementerian. 5.1 persen lainnya. 39.3 persen tidak tahu/tidak jawab.
(Fiddy Anggriawan )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.