MEDAN - Usai harimau sumatera betina (Panthera Tigris Sumatrae) mati ditembak mati petugas kepolisian, warga Desa Silantom Tong, Kecamatan Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara memilih membagikan daging harimau tersebut untuk dikonsumsi warga.
Tubuh harimau sumatera itu dipotong-potong dengan ukuran kecil agar bisa dibagikan merata ke penduduk. Sangat ironis, namun hal itu adalah keinginan warga. Padahal Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) sudah melarang warga untuk membagikan daging harimau malang itu.
Menurut warga, jika ada hewan buas yang berhasil ditangkap, harus dibindakan (dipotong untuk dikonsumsi) masyarakat. Binda merupakan tradisi warga kampung di Desa Silantom Tong.
Petugas BBKSDA yang ada di lokasi, sempat mengajak warga untuk berunding agar tubuh harimau tersebut tidak dirusak. Kulit harimau yang dikenal memiliki nilai jual tinggi juga dipotong-potong untuk dibagikan ke warga.
"Kita minta tubuh harimau tersebut dibawa ke kantor BBKSDA. Kita sudah coba ganti dengan babi dan biaya tapi mereka keberatan," jelas Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA), John Kenedie, di Medan, Rabu (9/3/2016).