Penulis Buku Sejarah Gedoran Depok itu berkisah, awal mula persemaian lokalisasi terletak di dekat barak-barak militer. Hal ini terungkap dalam buku Liesbeth Hesselink berjudul Prostitution: A Necessary Evil, Particularly in the Colonies.
Di Abad ke-17, kata dia, terdapat rumah bordil besar yang menjadi cikal bakal prostitusi ibu kota. Namanya, Macao Po. Pelacur-pelacur di sana didatangkan germo-germo dari Portugis dan Tiongkok.
"Pelacurnya dari Macau, makanya namanya Macao Po. Kebanyakan mereka memuaskan hasrat tentara Belanda yang kala itu menguasai Batavia, Posisinya di sekitar stasiun Jakarta Kota sekarang," kata dia.
Tentu saja, letak Macao Po dekat dengan barak militer Belanda, Binnenstadt yang sekarang berada di sekitar jembatan Kota Intan, Kota Tua. Tapi, Macao Po hanya diperuntukan untuk kalangan militer dan 'kelas atas'.
Seiring perkembangan Macao Po, pemerintah Hindia Belanda kemudian mengatur prostitusi di DKI Jakarta. Tujuannya untuk memisahkan prostitusi untuk kalangan militer dan sipil.