SURABAYA - Tosan, korban kasus pembantaian akibat penambangan liar di Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Lumajang, menyebut bahwa hampir seluruh terdakwa kasus tersebut masih ada hubungan saudara dengannya.
"Hampir semua tersangka saat ini adalah saudara saya semua," ujar Tosan saat ditemui usai memantau jalannya sidang kasus pembantaian Salim Kancil di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jalan Arjuno, Kamis (24/3/2016).
Ia mengatakan, setelah kasus tersebut bergulir di ranah hukum, sudah tidak ada lagi teror dan ancaman ke Tosan sekeluarga serta Salim Kancil sekeluarga.
"Alhamdulillah, sudah enggak ada ancaman. Sejak awal memang saya merasa enggak punya musuh. Saya enggak ada pikiran dendam," jelas Tosan. Bahkan hingga saat ini komunikasi dengan keluarga para terdakwa di Desa Selok Awar-Awar juga berjalan seperti biasanya.

Terhadap persidangan ini, Tosan berharap pengadilan mampu memutuskan hukum kepada terdakwa sesuai kesalahan yang diperbuat. Meski demikian, ia berharap majelis hakim lebih mengutamakan pengusutan terhadap persoalan tambang.
Menurutnya, perjuangan Salim Kancil dan kawan-kawan adalah fokus terhadap persoalan tambang liar.
"Pembantaian Tosan dan Salim Kancil tolong dikesampingkan dulu. Yang penting adalah kasus penambangannya yang diutamakan. Masalahnya perjuangan saya dengan kancil dan teman-teman adalah terkait penambangan," pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.