Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pananganan Terlambat, Empat Orang Meninggal karena Gigitan Nyamuk

Prabowo , Jurnalis-Jum'at, 25 Maret 2016 |21:16 WIB
Pananganan Terlambat, Empat Orang Meninggal karena Gigitan Nyamuk
Ilustrasi
A
A
A

YOGYAKARTA - Terlambat dalam melakukan deteksi dini, empat orang di Kabupaten Sleman meninggal dunia karena gigitan nyamuk aedes aegypti. Keterlambatan itu bukan karena kesalahan medis, tapi keterlambatan pasien saat dibawa ke rumah sakit untuk berobat.

"Dari data yang ada selama tiga bulan ini, empat orang meninggal karena nyamuk aedes aegypti," kata Kepala Bidang Penangulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, Novita Krisnaeni, Jumat (25/3/2016).

Empat orang itu berada di tiga kecamatan. Dua orang dari Kecamatan Kalasan, satu orang di Kecamatan Seyegan dan sat lainnya dari Kecamatan Mlati. Wilayah Kabupaten Sleman sendiri terdapat 17 kecamatan.

Menurutnya, warga Sleman yang terkena serangan nyamuk pembawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah ini, jumlahnya cukup tinggi. Sejak Januari hingga pertengahan Maret 2016, terdapat 249 kasus demam berdarah.

Sebagian besar bisa ditangani dengan baik. Namun, ada juga yang tidak tertolong karena kondisi pasien yang sudah terlanjur darurat. Keterlambatan pasien memperoleh penanganan medis ini bisa berakibat fatal.

"Dibandingkan tahun lalu dalam periode yang sama, jumlah penderita demam berdarah lebih banyak tahun ini," katanya.

Tahun 2015 lalu, serangan nyamuk yang berkembangbiaknya pada air jernih ini terdapat 205 orang. Meski ada peningkatan jumlah, namun tidak merubah status menjadi luar biasa, karena peningkatan jumlahnya tidak sampai dua kali lipat atau lebih.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement