“Pemerintah Turki tampaknya telah mengambil aksi diplomatik yang tidak sejalan dengan pemahaman kami mengenai kebebasan pers dan berpendapat,” ujar Pemimpin Redaksi NDR, Andreas Cichowicz, sebagaimana dilansir Russia Today, Rabu (30/3/2016).
Dalam video yang diprotes Turki tersebut, terdapat sebuah lirik lagu yang berbunyi, “Ketika jurnalis menulis sesuatu yang tidak disukai Erdogan, dia akan segera mengirim Anda ke penjara. Lewat tembakan gas dan water cannon dia berkendara melewati malam”.
Meski diprotes, video tersebut nyatanya cukup populer di YouTube. Versi berbahasa Inggrisnya ditonton lebih dari 1,7 juta kali dalam kurun waktu 24 jam setelah muncul berita Turki memanggil Martin Erdmann.
Berikut video tersebut:
(Wikanto Arungbudoyo)