BERLIN – Ankara dilaporkan menekan Berlin untuk menghapus video satir yang mengejek Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Duta Besar Jerman, Martin Erdmann, bahkan dipanggil untuk menyampaikan protes secara resmi. Namun, media itu ngeyel dan membandel.
Alih-alih menghapus, video bertajuk ‘Erdowie, Erdowo, Erdogan’ itu malah ditambahi subtitle berbahasa Inggris dan Turki. Video tersebut ditayangkan oleh kanal Extra 3 di akun YouTube. Meski dipanggil, Martin Erdmann, malah menegaskan jika Jerman adalah negara yang menjunjung tinggi kebebasan termasuk kebebasan berpendapat.
Alhasil, NDR, semakin menjadi-jadi. Mereka mengunggah karikatur yang meledek aksi Erdogan membungkam media. Digambarkan, pria 62 tahun itu tengah memegang tabung pemadam kebakaran di depan laptop disertai ucapan, “Musnahkan video ini, atau saya musnahkan internet”.