Selain pentas budaya, sambung Romo Budi, panitia Paskah juga akan mendirikan enam posko layanan kesehatan gratis dalam acara karnaval. Posko disebar di balai kota, Museum Lawangsewu, Tawan Warak Ngendhog, dan Tri Lomba Juang.
"Masing-masing posko siap melayani minimal 200 orang secara gratis," katanya.
Karnaval Paskah Ekumenis di Semarang sudah digelar setiap tahun sejak 2014. Karnaval Paskah pertama kali digelar di JKI Injil Kerajaan Holy Stadium dan yang kedua pada 2015 di halaman Balai Kota Semarang menuju Lapangan Garnisun, Kalisari.
Romo Budi menambahkan, sejumlah organisasi kemasyarakatan lintas agama seperti dari Garda Bangsa Nahdlatul Ulama (NU) dan FKPPI bakal dilibatkan mengamankan karnaval Paskah.
"Yang jelas, kita ingin memberitahukan kepada masyarakat dunia bahwa Semarang adalah kota yang begitu damai dan rukun. Sebab, acara-acara seperti ini yang sering mengadakan hanya Semarang," pungkasnya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.