BLITAR - Penyakit kaki gajah masih mengintai masyarakat di Kabupaten Blitar. Sedikitnya ada 12 kasus yang menempatkan Kabupaten Blitar pada urutan kesembilan kawasan endemis kaki gajah se-Jawa Timur.
“Penyakit ini disebabkan oleh parasit filariasis. Ada 12 kasus di Kabupaten Blitar,“ kata Kepala Seksi Pencegahan Penyakit dan Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Eko Wahyudi kepada wartawan.
Penyakit kaki gajah berasal dari virus cacing filaria yang menginfeksi manusia melalui gigitan nyamuk. Demam tinggi selama 3-5 hari muncul sebagai gejala awalnya. Demam biasanya hilang sendiri saat penderita mendapat istirahat cukup. Pada tahap ini, masyarakat sering terkecoh dan beranggapan virus filaria telah pergi. Sebab demam akan muncul kembali saat penderita kelelahan.
Bersamaan demam muncul bercak merah pada lipatan paha dan ketiak. Bercak merupakan tanda membengkaknya kelenjar getah bening yang disusul membesarnya tungkai, lengan, buah dada, dan zakar yang berisi darah dan nanah. Pecahnya nanah bercampur darah mengakibatkan cacat permanen.
Menurut Eko, virus filaria menular ke manusia melalui gigitan nyamuk yang sebelumnya menghisap darah penderita kaki gajah. Kasus paling banyak ditemukan di wilayah Kecamatan Bakung, Talun, Kanigoro dan Udanawu.