MEDAN – Hingga kini, polisi masih menyelidiki baku tembak antara polisi hutan (polhut) Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) dengan kelompok bersenjata di tengah hutan, tepatnya di alur Sei Pinang, Hulu Sungai Besitang, Resort Sei Betung, Langkat, Sumatera Utara (Sumut), pada Selasa 5 April 2016.
Kasat Reskrim Polres Langkat, AKP Agus Sobarnapraja menyampaikan, pihaknya baru saja menerima laporan. Pihaknya masih mengumpulkan keterangan saksi untuk mengetahui kejadian itu.
(Baca Juga:Polisi Hutan Diserang Kelompok Bersenjata di Taman Leuser)
Agus mengatakan, perkara ini terkendala dengan jarak menuju lokasi kejadian. Jarak yang ditempuh untuk sampai ke tempat kejadian perkara memakan waktu selama delapan jam sampai dengan 10 jam. Apalagi, untuk menuju lokasi itu melintasi wilayah Aceh.
"Kita baru saja menerima laporannya. Sejauh ini sudah kita amankan tiga butir selongsong peluru. Namun, kita belum bisa memastikan jenis pelurunya apa. Masih kita tunggu keterangan dari forensik," tutur Agus, Jumat (6/4/2016).
Ia juga belum bisa memastikan kelompok penyerang tersebut ada kaitannya dengan gerakan terorisme.
"Kita belum bisa pastikan ada gerakan teroris atau apa karena terlalu dini menyimpulkan kasus penyerangan ini," tutur AKP Agus Sobarnapraja.
Sebelumnya, polhut BBTNGL melihat tiga pelaku menenteng senjata api. Peristiwa baku tembak itu terjadi di tengah kegelapan. Namun, tidak ada korban jiwa saat baku tembak tersebut.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.