Sesuai dengan laporan Koordinator Peneliti Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Bandung, semburan lumpur di Jari mengandung gas beracun CO2 sebesar 70 persen yang bisa mematikan manusia.
"Batas aman gas CO2 bagi manusia, yaitu 0,5 persen," ucap peneliti lainnya, Dr. Hanik Humida.
Gas lainnya yang terdeteksi, gas H2S (hidrogen sulfida) sebesar 100 ppm, sedangkan ambang batas yang diperbolehkan 10 ppm. Selain itu, juga terdeteksi gas SO2 (sulfur) sebesar 20 ppm, sedangkan ambang batas yang diperbolehkan 4 ppm, juga ditemukan gas metana, dan hidrokarbon sebesar 14 lower explosive limit (LEL).
"Gas CO2 atau karbondioksida tidak berwarna dan berbau. Orang yang menghirup tidak terasa, tetapi tiba-tiba jatuh dan meninggal dunia," kata Igan.
Dari hasil pengukuran suhu di lokasi semburan, lanjut Igan, mencapai 54 derajat celsius yang disebabkan adanya letusan lumpur dari perut bumi.
(Fransiskus Dasa Saputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.