“Bahwa ada yang meninggal pada tahun 65 memang iya, tapi jumlahnya tidak seperti yang disebutkan sampai 400 ribu atau jutaan. Tidak ada alat bukti sedikitpun yang mengarah kesitu. Saya malah minta kalau bisa berikan buktinya, gali kuburan massalnya, jadi jangan hanya wacana saja,” tukasnya.
Saat ditanya soal desakan kepada keluarga korban, Luhut juga bertanya kepada korban yang mana pemerintah harus sampaikan maaf.
“Minta maaf ke keluarga korban yang mana? Ya korban yang mana, silahkan kalau ada yang mengatakan sampai sekian ribu. Kuburan dimana kan mesti ada kuburan massal,” jelasnya.
Pihaknya akan mempelajari hasil simposium terkait rekonsiliasi dan rehabilitasi. Namun ia juga meminta agar permasalahan ini diselesaikan di peradilan dalam negeri, tidak perlu sampai ke luar negeri.
“Nanti kita pelajari kan kita belum terima. Jika ada kuburan massalnya, minggu depan saya siapkan pergi kesana. Bangsa ini saya minta, jangan bangsa ini diadili oleh orang lain. Adili dalam negeri, ngapain ke Den Hag,” tandasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.