“Sekarang kan komunikasi banyak banget teknologinya. Belum lagi ada media sosial, komunikasi dan grup WhatsApp, berbagi foto dan cerita. Justru bisa terus memantau anak-anak,” kata perempuan yang terjun di dunia pengacara infrastruktur ini.
Bedanya memimpin anak buah di perusahaan dengan menjadi seorang perempuan di dalam rumah tangga, menjadi seni tersendiri bagi Irawati.
“Di kantor memimpin harus penuh tenggang rasa dengan sistem komunikasi persuasif memimpin perusahaan. Namun saat di rumah positioning kita merasa dengan suaami itu partner saling mendukung. Tetap memahami kodrat bahwa hari ini masak apa belaanja membantu asisten rumah tangga di rumah,” jelasnya.
Sosok Kartini, kata Irawati, juga dapat ditularkan kepada generasi penerus bangsa untuk memiliki ketahanan pribadi dan ketahanan keluarga agar dapat menyaring budaya asing yang masuk.
"Bagaimana pun saat ini budaya sangat moderat, budaya asing masuk dasarnya harus kuat. Kepada anak-anak saat ini tanamkan moral dan agama, serta komunikasi oleh orangtua. Dengan begitu kita dapat menjadi penerus Kartini yang sukses di karir dan rumah tangga,” tandas Irawati.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.