Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Dipindah ke Jawa Timur, 66 Napi Lapas Kerobokan Mengumpat ke Petugas

Puji Sukiswanti , Jurnalis-Rabu, 27 April 2016 |04:20 WIB
Dipindah ke Jawa Timur, 66 Napi Lapas Kerobokan Mengumpat ke Petugas
Mobil yang membawa narapidana Lapas Kerobokan (Foto: Sukis/Okezone)
A
A
A

BADUNG - Pasca-kerusuhan puluhan narapidana Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kota Denpasar atau Lapas Kerobokan resmi pindahkan ke Lapas Madiun Kelas I dan di Lapas di Wilayah Tabanan, Jawa Timur. Ada 66 orang napi yang dipindahkan ke lapas lain, Rabu (27/4/2016).

Sekira pukul 03.40 Wita tiga bus keluar dari Lapas Kerobokan menuju Jawa Timur. Tiga bus tersebut membawa 63 orang narapidana ke Lapas Madiun Kelas I. Sementara, tiga orang napi lainnya dipindahkan ke Lapas Tabanan.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham Wilayah Bali Nyoman Putra Surya Atmaja mengatakan, ada 66 napi yang dipindahkan hari ini ke Lapas Madiun dan Lapas Tabanan.

(Baca Juga: Puluhan Napi Lapas Kerobokan Dipindah ke Madiun)

"Dipindahkanya mereka ini untuk menertibkan di dalam Lapas Kerobokan. Pemindahan mereka ini bukan karena adanya kerusuhan beberapa waktu lalu, tapi memang tempat kita sudah over kapasitas," ungkapnya.

Pihaknya menyatakan, masih ada 900-an napi yang menghuni Lapas Kerobokan. Imbuhnya, dari 66 napi tersebut tersnagkut banyak kasus, dari narkoba hingga pembunuhan.

"Kami di sini ingin menciptakan kedamaian dan kenyamanan bagi penghuni Lapas Kerobokan ini. Kalau mereka sudah nyaman kemungkinan tidak akan ada kerusuhan," ujarnya.

Saat mereka dibawa dengan bus dan satu mobil kijang, dari bus satu dan dua semuanya berteriak. Mereka seperti mengumpat, dan mengeluarkan kata-kata yang tidak jelas.

Dikabarkan sebelumnya beberapa hari yang lalu di Lapas Kerobokan terjadi kerusuhan, lantaran para napi tidak mau menerima tahanan kasus bentrok di Jalan Teuku Umar.

(Khafid Mardiyansyah)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement