JAKARTA – Seorang polisi air (Polair) Polres Langsa, Brigadir Ahmad Sauki hilang di laut saat operasi penangkapan kapal asing yang melakukan pencurian ikan di Selat Malaka.
Kordinator Pos Basarnas Langsa, Risky Hidayat mengatakan, pihaknya bersama tim Polair Polres Langsa, Polda Aceh dan Mabes Polri hingga kini masih mencari jasad korban.
“Sampai malam ini masih nihil, artinya belum ditemukan,” katanya saat dihubungi Okezone dari Jakarta, Rabu (27/4/2016).
Ahmad Sauki dilaporkan hilang pada dini hari tadi. Mulanya ia bersama tim Polair Langsa dan Mabes Polri bergerak ke Selat Malaka, menyusul adanya laporan aksi pencurian ikan dilakukan kapal asing menggunakan pukat harimau (trawl).
Setiba di lokasi, tim berhasil menangkap empat anak buah kapal (ABK) yang melakukan pencurian ikan di perairan wilayah Aceh.
“Entah bagaimana cerita korban terpeleset dan jatuh ke laut, menurut informasi sempat ditarik sama temannya yang lain, tapi dia ikut terseret juga,” tutur Risky.
Setelah itu jasad korban lenyap diseret gelombang. Upaya pencarian pun dilakukan. Hari ini titik pencarian di pusatkan sekitar area jatuhnya korban atau sekira 40 mil dari bibir pantai Aceh Timur.
“Besok rencananya kapal Basarnas KN Krisna dari Banda Aceh juga sampai ke sini untuk ikut membantu pencarian,” sebut Risky.
Sementara itu empat ABK yang ditangkap karena menangkap ikan tanpa izin di perairan Indonesia ditahan di Pos Polair Langsa.
(Salman Mardira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.