Ia mengungkapkan, banyak pekerja asing yang tidak disertai dengan dokumen-dokumen resmi. Namun, oleh perusahaan tetap diterima karena pekerja asing mau dibayar murah.
Para pekerja asing harus dibatasi dengan prosedur yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Jika masalah ini dibiarkan, maka akan merusak iklim ketenagakerjaan di Jawa Timur. "Jawa Timur masih belum parah tapi kita harus waspada agar tidak disebur oleh tenaga kerja asing," ujarnya.
Selain mengusung isu tersebut, momentum peringatajan hari buruh International ini juga mengusung isu tolak upah murah dan bubarkan sistem outsourching. Kemudian, meminta pemerintah memberikan pidana kepada pelaku Union Busting yang sangat merugikan buruh.
Tak hanya itu, momentum May Day ini juga mengusung isu menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang sangat memberatkan para buruh.
(Abu Sahma Pane)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.