Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ahok: Kalau Ada Pejabat DKI Berhenti, Saya Berterima Kasih

Reni Lestari , Jurnalis-Minggu, 01 Mei 2016 |14:10 WIB
Ahok: Kalau Ada Pejabat DKI Berhenti, Saya Berterima Kasih
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Foto: Dok. Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sempat mengeluarkan ancaman bagi pejabat eselon 2 dan 1 di lingkungan Pemprov DKI yang ingin mengundurkan diri untuk menyampaikan surat hingga Senin esok.

Ahok mengatakan, jika memang ada pejabat eselon 2 dan 1 yang ingin melepas jabatannya, ia akan berterimakasih, sebab akan memudahkan proses regenerasi pegawai di DKI.

Pernyataan ini ia sampaikan usai pengunduran diri mantan Wali Kota Jakarta Utara, Rustam Effendi secara mengejutkan pada Senin 25 April 2015 lalu.

"Tapi ini jujur loh, saya ngomong dengan sangat jujur, kalau ada PNS eselon 2 dan 1 mau berhenti, saya sih terima kasih-terima kasih sama mereka. Mungkin mereka sudah terlalu kaya, merepotkan juga. Saya pengen yang bawah-bawah ini naik," kata Ahok di rumahnya di Pantai Mutiara, Jakarta Utara, Minggu (1/5/2016).

Ahok mengatakan, saat ini calon pegawai berkualitas yang menunggu untuk diangkat jumlahnya tidak sedikit. Sehingga jika ada PNS yang suka rela mengundurkan diri, hal itu akan menguntungkan Pemprov DKI.

"Yang muda bawahan ini semangat ini kerja. Tahu enggak yang mau tes jadi lurah dan camat berapa orang? 700-an orang. Ini menarik ini. Makanya kalau lurah dan camat enggak mau lari kencang ya harus kita ganti," ungkap dia.

Namun Ahok menyangsikan, ancaman tersebut akan menyebabkan gelombang pengunduran diri para pejabat DKI. Sebab hal ini pernah terjadi pada 2013 saat Kepala Dinas Perumahan saat itu Novizal mengancam mundur jika Gubernur Joko Widodo memecat Kepala UPT Rusun Marunda Kusnindar.

"Percaya sama saya, saya tungguin kok. Berapa sih yang mau berhenti? Bayangin 72.000 pegawai, ada 50-an eselon 1, sepanjang saya jadi Wagub, hanya satu yang berganti. Itu pun Novizal, Itu pun gertak kami sebetulnya," jelas Ahok.

Ahok mengaku, saat itu Novizal mengatakan pengunduran dirinya akan diikuti oleh banyak pejabat lainnya. Nyatanya, usai Jokowi mengabulkan pengunduran diri Novizal, tidak ada pejabat lain yang ikut melepas jabatan.

"Pas suruh berhenti kaget dia, dia pikir kita enggak berani. Tahu-tahu dia berhenti satu. Habis itu tidak ada lagi tuh yang ngajuin berhenti," tutup dia.

(Khafid Mardiyansyah)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement