Kemungkinan ketiga ialah kesalahan teknis. Namun pakar penerbangan Gerard Feldzer menjelaskan, sangat kecil kemungkinan pesawat itu mengalami masalah pada mesinnya.
“Itu kapal baru, insidennya juga terjadi di tengah-tengah penerbangan, pada kondisi yang sangat stabil. (Saya rasa) kualitas perawatan dan pesawat tersebut tidak perlu dipertanyakan dalam kasus ini,” terang dia.
Keempat, kecelakaan bisa saja terjadi akibat situasi lalu lintas udara yang sedang padat. Seperti diketahui, pada lintasan udara yang sama saat kejadian, banyak pesawat militer dari negara lain juga sedang berseliweran. Di antaranya, pasukan udara Rusia, Suriah, Inggris, Amerika Serikat dan Arab Saudi.
Teori terakhir, ada penumpang atau kru yang membawa bom dan meledakkan diri saat pesawat sudah melayang di angkasa.
Isu terorisme menjadi pembahasan sentral penyebab jatuhnya Egypt Air. Apalagi setelah pengelola jaringan lalu lintas udara (Eurocontrol) mengatakan, tidak ada masalah cuaca pada saat kontak dengan pesawat tersebut menghilang dari radar.
(Silviana Dharma)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.