"Enggak itu kan kredit ekspor (rencana pembelian) jadi saya itu berencana. Kita belum tau, tadi saya pagi (rapat) membahas seberapa jauh rencana itu sudah berjalan. Kita jangan berandai-andai kalau belum ada data yang lengkap," tegasnya.
Seperti diketahui, Presiden Jokowi telah bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Rabu, 18 Mei 2016 waktu setempat.
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi telah menegaskan pertemuan tersebut hanya membahas terkait kerja sama mengenai penanganan terorisme, kerja sama teknis militer dan tranfer teknologi militer.
Bahkan Retno telah mengklarifikasi tidak ada peristiwa pembelian sukhoi. Pasalnya, masih ada hal-hal yang harus diselesaikan.
(Fiddy Anggriawan )